Sasak Panjang – Gelak tawa dan nyanyian syukur memecah kesunyian di kawasan Sasak Panjang pada Minggu, 29 Maret 2026. Rombongan Pemuda dan Remaja dari Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Jemaat Antiokhia, Pasar Minggu, melakukan kunjungan kasih untuk menjumpai Pemuda dan Remaja di Pos PI GKII Sasak Panjang. Kunjungan ini merupakan sebuah gerakan hati untuk mempererat tali persekutuan dalam kesatuan tubuh Kristus.
Kebersamaan dan Keceriaan Perkenalan
Rangkaian kegiatan dimulai dengan makan siang bersama yang telah disiapkan oleh tim GKII Antiokhia. Setelah itu, suasana semakin cair dan seru saat masuk ke sesi ice breaking yang dipandu oleh Kak Hanna sebagai MC. Sesi perkenalan antar pemuda dan remaja dari kedua jemaat berlangsung penuh kegembiraan, meruntuhkan sekat kecanggungan dan membangun fondasi keakraban bagi generasi muda ini.
Ibadah "No Spotlight Needed": Refleksi tentang Kerendahan Hati
Puncak dari kunjungan ini adalah Ibadah Gabungan yang dilayani secara kolaboratif. Kak Kristina dan Kak Rachel sebagai Worship Leader, memimpin jemaat masuk ke dalam hadirat Tuhan melalui puji-pujian yang khidmat, dengan iringan musik dari tim musik Remaja GKII Antiokhia. Ibadah dibuka secara resmi dalam doa oleh Ev. Lenny Johana Pattiasina, S.Th., selaku Gembala Pos PI GKII Sasak Panjang.
Menyelaraskan dengan tema bulanan gereja mengenai "Kerendahan Hati", Pdt. Jeffry Pariury, S.Th. menyampaikan pesan Firman Tuhan yang tajam bertajuk "No Spotlight Needed", merujuk pada kitab Filipi 2:1-4. Dalam khotbahnya, beliau menekankan tiga pilar utama bagi pemuda Kristen di era digital ini:
Rendah Hati itu Bukan Cari Panggung: Pdt. Jeffry mengingatkan bahwa motivasi pelayanan haruslah tulus untuk Tuhan. Melayani bukan demi mengejar "puji-pujian yang sia-sia" atau sekadar ingin dianggap keren oleh orang lain. Jika fokusnya adalah Tuhan, maka tepuk tangan manusia tidak lagi menjadi tujuan utama.
Rendah Hati itu Mengangkat Orang Lain: Mengacu pada ayat ke-3, jemaat diajak untuk menganggap orang lain lebih utama. Ini adalah tantangan untuk membuang rasa iri hati dan persaingan. Orang yang rendah hati tidak akan merasa terancam atau insecure saat melihat temannya lebih berhasil atau lebih dipakai Tuhan, melainkan justru ikut mendukung dan bersyukur.
Rendah Hati itu Tetap Tulus Walau Tidak Dilihat: Inilah inti dari "No Spotlight Needed". Pemuda dipanggil untuk tetap berbuat benar, tetap melayani, dan tetap setia meskipun tidak ada kamera yang menyorot atau orang yang memberi apresiasi. "Kita tetap bersinar walau tanpa lampu panggung, karena terang kita berasal dari Tuhan, bukan dari perhatian manusia," tegas Pdt. Jeffry.
Kegiatan Berikutnya
Seusai ibadah, kehangatan persekutuan berlanjut saat tim pemuda dan remaja diundang secara khusus untuk berkunjung ke salah satu rumah jemaat lokal guna menikmati makan sore bersama. Momen ini menjadi ruang bagi para pemuda untuk bercengkerama lebih dalam dan saling berbagi cerita dalam suasana kekeluargaan yang kental.
Priscila Enny Novitria, selaku perwakilan Badan Pengurus Jemaat (BPJ) Pemuda Antiokhia, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas sambutan yang luar biasa. "Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada pengurus, Gembala, dan seluruh jemaat di Sasak Panjang yang telah menerima kami dengan tangan terbuka dan terlibat aktif dalam seluruh kegiatan ini," ungkapnya.
Perjumpaan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi pergerakan pemuda ke depannya. Sebagai tindak lanjut, pihak Pemuda Antiokhia berharap dapat menyambut kembali rekan-rekan dari Sasak Panjang di Pasar Minggu, khususnya dalam kegiatan 3F (Fun Faith Fellowship) yang direncanakan akan digelar pada 1 Mei 2026 mendatang.
(JLD)